Author: didik

Senja nan Teduh di Kaki Ibu Pertiwi

Senja nan Teduh di Kaki Ibu Pertiwi

Aku rindu, aku rindu cahaya senja nan teduh

Memancar penuh, menyapa tubuh lembut menyentuh

Gemuruh, gemuruh ku berkeluh kesah

Resah gelisah ku melihat masalah

 

Kabut korupsi menyelimuti negri

Bom bunuh diri meruntuhkan toleransi dan jati diri

Yang satu sibuk menaikkan gaji sendiri dan berkorupsi,

yang lain bom bunuh diri,

sementara anak negri kesulitan mencari nasi

 

Ini bukan negri kumpulan para pencuri

Mencuri milik negri, mencuri hidup-mati, memikirkan kepentingan sendiri.

Tak perlu korupsi, rejeki ada yang mengatur sendiri

Tak perlu bunuh diri, kelak bila ajal, pun mati sendiri

 

Didik HS

Yogyakarta, 26 September 2011

2 Sajak tentang Syukur

2 Sajak tentang Syukur

  Satu:                                                                Melihat pak tua tidur nyenyak diatas kardus yang tertata rapi di terminal, batinku berucap, nikmat tidur tidak tergantung pada kualitas kasur tapi pada rasa kantuk yang menyerang, disertai keikhlasan diri merebahkan tubuh tuk melepas lelah.   Dua: Melihat seorang ibu & anak yang